Mata Hati Mahdalena untuk pendidikan Desa Air Pikat Curup.

Curup-Advertorial

0 452
News7.id-Rejeng Lebong– Dia Mahdalena tinggal dan besar di Desa Air Pikat Kecamatan Berbani Ulu, Rejang Lebong. Berdampingan dengan Tebat Tenong Dalam di bawah kedua kaki bukit basa dan bukit daun, bila ditempu dari pusat kota Curup berjarak 27 Menit (14 KM ).(7/9/2020)
Foto : Ketua Yayasan Mata Hati Mandiri Ibu Mahdalena
Terlahir sebagai anak petani 46 tahun yang silam Mahdalena yang disapa dengan Lena adalah wanita tangguh, ramah, enerjik dan supel sangat mencintai dunia pendidikan. Diapun terdaftar sebagai mahasiswa salah satu kampus di Rejang Lebong.
Foto : Ketua Yayasan Ibu Mahdalena, Ibu Adilmi Isnaini bersama staf dan Kepala Sekolah PAUD Mata Hati Mandiri
Berjuang selama lima tahun dari awal berdiri 04/09/2015, telah di tempa pasang surut dalam mengelola lembaga pendidikan tidak membuat Lena putus asa, berkat tekad dan kesabaran tahun 2008 keluarlah SK MENKUMHAM RI No: AHU.450..AH.02.01 Tahun 2008 yang bernama Yayasan Mata Hati Mandiri.
Foto : Murid TK dan PAUD Mata Hati Mandiri.
“Sejak di keluarkannya SK Menteri tersebut sekarang PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Mata Hati Mandiri telah melaksanakan ujian secara mandiri serta mengeluarkan Ijazan Paket A, B dan C. Selama 5 tahun berdiri Mata Hati Mandiri telah meluluskan 150 siswa dari paket A, B dan C sekarang telah berdiri TK dan PAUD dengan peserta didik berjumlah 20 murid.
Kendala, ungkapan yang tulus dari hati Mahdalena jujur selama ini memang kami dalam mengelolah PKBM, TK dan PAUD sangat terbentur dengan dana kami sangat menginginkan bantuan Donatur baik berupa dana atau matrial pembangunan, lahan pembangunan gedung sudah kami siapkan, bantuan dari semua pihak sangat kami harapkan “tegasnya.(Bagi Donatur yang ingin menyumbang dapat menghubungi No Hp/Wa : 085213778770).
Foto: Lahan Untuk Pembangunan Gedung
Sifat toleransi sosial kemasyarakatan yang melekat pada dirinya membuat Mahdalena sangat dikenal di kalangan masyarakat Desa Air Pikat, Berbani Ulu Rejang Lebong.

EDITOR : Redaksi (Dhsh)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.